Bisnis jadi Sukses, Mau??

 “Wahai Dzat yg membolak-balikan hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”
[HR. Muslim (no. 2654)]

Jika namamu yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita.  Tugasku bukan mencari dirimu, tapi mensholehkan diriku.  Wahai seseorang yang tertulis di Lauhul Mahfudzku, Tuan Putri dan Ibu dari anak-anakku kelak, engkau yang membersamai perjalananku nanti.  Aku percaya, kau sedang memperbaiki dirimu, , memantaskan dirimu untuk jadi Tuan Putri yang di idamkan. :)

Eittsss, Jangan baper dulu ya yang kebelet nikah.
Yang jomblo tetap semangat ya, jangan ikutan baper.. Hehehehe

Dekati dulu Allah baru hamba-Nya, begitu juga dalam bisnis. Sebelum habis-habisan promosi sana sini tingkatkan takwa kita dulu. Mungkin sebagian dari kita banyak yang sudah ikut seminar dan pelatihan-pelatihan bisnis, namun bisnis tetap saja tak berkembang. Jalan ditempat. Semua ilmu yang kita dapat sudah dipraktekin, tapi tetap aja jalan ditempat.

Ada dua kemungkinan, kesalahan bisa pada owner atau bisnisnya, atau malah kedua-duanya. Bisnis yang cenderung mebdzolimi biasanya akan mendapat banyak rintangan baik dari bumi maupun langit. Atau sistem bisnis yang mengandung Riba yang jelas-jelas diharamkan.

Bagaimana kalau masalahnya ada pada diri kita, sang owner. Nah ini yang susah, kita jarang membenahi diri kita sendiri. Jarang yang mau dan bisa. Kecenderungan cinta dunia menjadi salah satu sebab. Hanya karena bisnis, kita tak sempat beribadah pada Allah. Melalaikan-Nya hanya karena mengejar closing. Hal yang seharusnya tak boleh.

Oke, saya bagi cerita. Bukan ria atau pamer, mungkin bisa jadi pelajaran. Di Masjid Ujung Berung, Bandung pernah menantikan adzan sholat Ashar. Bersantai di teras masjid sambil melayani beberapa pelanggan. Adzan pun dikumandangkan, nanggung mau closing dulu baru wudhu atau closingnya nanti aja pas udah beres sholat. Pelanggan gak boleh dibuat nunggu lama, karna katanya sih mereka adalah raja. Raja yang sedang membutuhkan kita. Namun masih ada yang Maha Merajai, Allah. Daripada nanggung mau closing, saya coba ajak undur diri untuk menunaikan ibadah. Tanpa diduga, banyak juga yang merespon positif ajakan saya. Dan langsung bilang bahwa ba'da Ashar akan transfer. Enak kan. Habis shalat aturannya masih keluarin jurus-jurus closing, eh malah langsung closing tanpa bnyak jurus.

Mau ngejar akhirat, eh dunianya ikut nyangkut. Tak perlu khawatir, yang mengatur rezeki itu Allah. Bahka jika kita tinggalkan sesuatu karena Dia, maka akan digantikan dengan yang jauh lebih baik.

Allahlah yang membolak-balikkan hati hamba-Nya. Sama halnya dengan kisah diatas, yang baik untuk yang baik, yang sholeh untuk yang sholehah.
"Penjual yang baik untuk pembeli yang baik." Jodoh tak akan kemana. Sibukkan perbaiki diri, dekatkan pada-Nya. Yang tak ada niat beli produk tiba-tiba malah closing sama kita, bisaa??? Bisa!!!

"Penjual yang baik untuk pembeli yang baik."

Reviews:

Post a Comment

Deelye Store © 2014 - Designed by Templateism, Distributed By Blogger Templates | Templatelib

Contact us

Powered by Blogger.